Kamis, 05 Januari 2017

Mengambil Bagian di Dakwah Design dan Resolusi 2017


Dakwah Design sebenarnya sudah ga asing lagi kita lihat. dimana2 mudah sekali kita mendapatkan gambar uning dengan untaian kata singkat didalamnya untuk memberikan kebaikan pada khalayak.

Membuatnya sebenarnya gampang-gampang susah. Gampang ajakan, sebenarnya kalau kita ambil foto biasa terus kutip deh ayat atau haditas atau ucapan tokoh, kata mutiara, dll. Tapi adakalanya kita pingin membuat design hasil karya sendiri. Gambarnya buat sendiri, quotanya juga buat sendiri. Jerih payah sendiri memang begitu ya rasanya, lebih enak. Pun biasanya kita akan membuat design dan tulisan yang dekat dengan kehidupan kita, dari orang terdekat dan di sekitar.

Saya baru mendalami dunia design sejak 2014. Masih seumur biji jagung. Memang sejak MTs udah bisa photoshop dikit2. Dari sanalah bisa membantu dan membuat poster, bed nama peserta, sertifikat, spanduk, dan lain-lain untuk organisasi. Bahkan dulu buatnya pake Microsoft Word. :D

Beda dengan teman2 Motiv lain (Tempatnya pesen Oleh2 Design, hayukk pesen). Secara personal mereka udah belajar sejak lama dan udah sering diundang untuk ngisi materi desain grafis. Selain itu, designer perempuan itu masih kurang banyak terdeteksi! Lebih banyak laki-laki. Laki-laki nongkrong biasanya memang bawa laptop, kan. Tapi kalau perempuan, nongkrong biasanya lebih banyak untuk ngobrol dan jumpa teman-teman2. Jadi ruang untuk berlama-lama taarufin dengan dunia design itu terbatas. Jadinya belajar otodidak.

Ya, mungkin saya harus berpikir ulang memaknai resolusi yg sesungguhnya setelah tapak2 yg berbekas itu dilalui. Dimulai dari setumpuk kertas-kertas selepas sidang KIAN dan revisinya. Memang tak sebanyak waktu skripsi, tapi ini lebih dari cukup untuk digunakan menggambar. Hahe.

Beneran, dibuat untuk menggambar!
Ada tidak ya pendapat teman2 lain, bagusnya dimanfaatkan utk apa?

Jika dibuang, rasanya sayang (ini pilihan terakhir rencananya). Kalau kasih ke padagang, kagak mungkin. Berarti sama aja kita suruh orang makan dari bekas dan sisa tinta2 print-an kita. Wong kita ga suka jika gorengan2 kita itu dibungkus dngn kertas bekas begini, kan?

Kertas2 ini masih sedikit. satu kotak lagi sisa skripsi masih tersimpan rapi di sudut dinding. Menunggu dipergunakan, dimanfaatkan. Tapi apa?

Sempat terpikir dari saran teman-teman untuk membuat komik saja ketika melihat kartun saya beberapa lalu. Aih, langsung saja pikiran berputar.

Ah, bagus kayaknya. Buat judulnya "Komik Anak Kos" atau "Komik Suka-Suka Kuliah (bc: Duka)”.

Tapi terlepas dari itu semua. Tentulah perlu persiapan matang. Layaknya kita pingin kopi. Harus ada kopinya, gula sekadarnya, dan air panas yg siap untuk mengharumkan wangi kopi lebih semerbak.

Menggambarpun begitu. Harus punya senjata. Ga cukup kertas doang. Kalau menggambar/komik peralatannya itu kertas, pena2, penggaris, penghapus, dan scanner.

Ha? Scanner? Yup, orang yg beneran pingin buat komik web pasti perlu itu, biasanya nanti setelah discan, dirapikan lagi melalui photoshop.

Jangankan scanner, pena menggambarnya aja ga punya. Haha.
Pena menggambar? Apa pula itu? Wah, saya juga baru tau klo menggambar komik itu minimal banget punya drawing pen. Waktu aku googling, subhanallah, para profesional peralatannya mahal2, bo! Ya minimal sekali harus punya drawing itu.

Apapun pekerjaan, harus punya tujuan. Menggambarpun saya perlu tujuan. Diantara pemesan2 kartun ke saya, sesekali sy buat kartun dakwah. Untuk apa? Untuk berdakwah tentunya. Apapun aktivitas, jangan sampai aktivitas itu sia-sia. Allah udah kasih sedikit aja ilmu design ini, paling tidak adalah yang bisa dibuat untuk agama-Nya. Walaupun itu kecil. Kemudian dipadukan dengan dunia menulis. Menaruh rangkaian kata yang tak perlu terlalu panjang, tapi berhubungan dengan gambar tersebut bikin semangat. Saya dapat menulis juga berdesign. Kebutuhan dan hobi yang tergabung menjadi satu aktivitas itu seru. Tapi juga penuh rintangan.


Bayangkan, buat designnya berapa jam (saya biasanya buat design pake objek kartun, jadinya buatnya lama) plus buat tulisannya. Ini sulit, tapi menantang. Apalagi saya cuma pake Corel Draw untuk buat kartunnya (sempat setahun aplikasi ini nganggur di laptop) yang basicnya sebenarnya untuk kartun, lebih cocok vektor, design2 poster, dll. Biasanya pembuat kartun atau anime pake aplikasi kayak SAI, dll, biar hasilnya lebih detail dan hidup. Sya bahkan ga punya aplikasi itu. Syalalalala.


Resolusi di tahun 2017 menunggu. Banyak ilmu yang bisa dipelajari dari bagian apapun. Dunia design adalah dunia yang menghasilkan, memproduksikan, dan mengasyikkan bagi yang suka berlama-lama di depan laptop. Tapi jika tujuan beralih, bisa saja hobi ini membuaikan kita.

Kamu suka ngedesain? Yuklah, kita belajar sama-sama.